Kajian Hukum, Pemikir Bangsa

Indonesia Menggugat!: Menelusuri Pandangan Soekarno terhadap Hukum

‘Indonesia Menggugat’ merupakan pledoi yang dibacakan oleh Bung Karno pada persidangan di Landraad, Bandung pada tahun 1930. Bung Karno, bersama tiga rekannya: Gatot Mangkupraja, Maskun, dan Supriadinata yang tergabung dalam Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) dituduh hendak menggulingkan kekuasaan Hindia Belanda. Dari balik jeruji penjara Bung Karno menyusun dan menulis sendiri pledoinya tersebut. Isinya mengupas keadaan… Continue reading Indonesia Menggugat!: Menelusuri Pandangan Soekarno terhadap Hukum

Advertisements
Artikel

Mencari Rumah Pengadilan Pemilukada

          Pengadilan pemilu (electoral court) atau yang lebih khusus pengadilan pemilukada di Indonesia merupakan suatu barang baru. Ia baru lahir setelah reformasi. Keberadaan institusi ini tidak bisa dilepaskan dari proses transisi demokrasi agar persoalan-persoalan politik bisa diselesaikan melalui mekanisme hukum. Hal ini merupakan fenomena dibanyak negara transisi disebut judicialization of politic.… Continue reading Mencari Rumah Pengadilan Pemilukada

Artikel

Legislasi Deliberatif

Tiga undang-undang baru yang disahkan oleh DPR di bulan desember 2008 banyak dikritik oleh berbagai kalangan. Baik UU Mineral dan Batu Bara (UU Minerba), UU Mahkamah Agung (UU MA) dan UU Badan Hukum Pendidikan (UU BHP) dianggap sebagai suatu persoalan dari pada kado akhir tahun yang hadir untuk menyelesaikan persoalan yang sudah ada. UU Minerba… Continue reading Legislasi Deliberatif

Resensi

Perempuan di Persidangan

Satu lagi buku yang diluncurkan menambah referensi tentang ketidaknetralan hukum, kali ini dalam perspektif perempuan. Buku Perempuan di Persidangan: Pemantaun Peradilan Berperspektif Perempuan ini ditulis oleh Dr. Sulistyowati Irianto dan Lidwina Inge Nurtjahyo. Dari judulnya, telah tergambar bahwa buku ini adalah hasil dari pemantaun tentang bagaimana peradilan memperlakukan perempuan. Tidak hanya memantau perempuan yang menjadi korban, tetapi juga perempuan yang didakwa melakukan kejahatan, buku ini berusaha menciptakan keseimbangan dalam memaparkan fenomena yang terjadi seputar perlakuan yang dialami oleh perempuan dihadapan kepolisian, kejaksaan, pengadilan dan lembaga pemasyarakatan. Cara ‘pemantaun’ itu dilakukan dengan pengamatan (observation), wawancara dengan perempuan yang sedang berperkara dan wawancara dengan aparat penegak hukum.