Catatan Perjalanan, Cuap-cuap, Hak Asasi Manusia

New York 2014: Mendefinisikan Indigenous Peoples di Indonesia

“Jika negara tidak mengakui kami, maka kami tidak mengakui negara”   Kutipan pernyataan itu merupakan pernyataan yang dihasilkan pada saat pendirian Aliansi Masyarkat Adat Nusantara (AMAN) pada tahun 1999 di Jakarta. Pernyataan itu memiliki suatu makna mengenai tuntutan untuk menata hubungan yang baru antara masyarakat adat dengan negara. Pernyataan itu merupakan bentuk refleksi dari persoalan… Continue reading New York 2014: Mendefinisikan Indigenous Peoples di Indonesia

Advertisements
Catatan Perjalanan, Cuap-cuap

New York 2014: Partisipasi di UN Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII)

Ini kali pertama saya meninjak gedung PBB di pinggir sungai di Manhattan. Gedung PBB sedang direnovasi pada bagian tertentu sehingga ada tenda-tenda darurat yang dibangun. Meski demikian, tingkat pengamanan ke dalam gedung PBB tentu tidak berkurang. Setiap orang harus memastikan mereka terdaftar untuk acara sebelum bisa memasuki gedung PBB. Namun ternyata orang yang datang ke… Continue reading New York 2014: Partisipasi di UN Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII)

Catatan Perjalanan, Cuap-cuap

New York 2014: Penelitian Hutan Adat Kerinci

Agenda hari kedua (13 Mei 2014) setelah kedatangan di Washington DC adalah mempresentasikan temuan utama dalam penelitian tentang hutan adat di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Presentasi ini merupakan bagian dari rangkaian dari program fellowship yang saya peroleh dari Conservation International (CI) bekerjasama dengan Asia Indigenous Peoples Pact (AIPP). Nama dari program ini adalah Indigenous Leaders… Continue reading New York 2014: Penelitian Hutan Adat Kerinci

Kajian Hukum

Masyarakat adat dalam kontestasi pembaruan hukum

Pada 15 Mei 2013 saya menjadi salah satu narasumber dalam sebuah seminar yang diadakan oleh Direktorat Perlindungan dan Kesejahteraan Masyarakat (Dit PKM) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Seminar ini diselenggarakan dengan tema  “ Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat: Upaya peningkatan efektivitas pemberdayaan KAT saat ini dan pengembangn kedepan.” Acara yang diadakan di Hotel Grand Sahid, Jakarta… Continue reading Masyarakat adat dalam kontestasi pembaruan hukum

Artikel

Hukum yang Merampas

Ditulis tanggal 18 Maret 2011. “Hukum menjadi senjata bagi ketamakan!”, tulis Frederic Batiat, seorang politisi borjuis Prancis abad 19. Bastiat menujukan satire itu kepada kaum sosialis yang memanfaatkan posisinya di parlemen untuk merampas secara legal milik kaum borjuis/kapitalis melalui hukum atas dalih misi filantropisnya menciptakan kesetaraan. Bagi Bastiat, perampasan legal (legal plunder) melalui cukai, tarif,… Continue reading Hukum yang Merampas

Resensi

Mempertanyakan Kebangkitan Adat

Yance Arizona[1] Judul               : Adat dalam Politik di Indonesia Penyunting     : Jamie S. Davidson, David Henley, Sandra Moniaga Penerbit          : Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan KITLV Jakarta Halaman        : xxii+456 Diterbitkan dalam Jurnal Jentera, Edisi 21 - Tahun VI - Januari-April 2011 (p.96-102)     Memudarnya kekuasaan negara yang sentralistik pasca Orde Baru memberikan peluang… Continue reading Mempertanyakan Kebangkitan Adat

Liputan Media

UU Masyarakat Adat Berpotensi Diabaikan

[Jumat, 26 November 2010] Dua puluh tahun digagas, naskah akademis RUU pun tak beredar, membuat pemahaman ikut menyebar. Harapan besar pengakuan pada masyarakat adat melalui Rancangan Undang-undang (RUU) Pengakuan Masyarakat Adat dikhawatirkan akan terjadi sebaliknya. Setelah disahkan, potensi UU diabaikan tebuka lebar. Pernyataan itu dikatakan Rikardo Simarmata, anggota perkumpulan Huma dalam sebuah diskusi di Jakarta,… Continue reading UU Masyarakat Adat Berpotensi Diabaikan