Artikel, Hak Asasi Manusia, Masyarakat Adat

Memahami Masyarakat Adat: Pendekatan Evolusionis versus Pluralis

*Makalah disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) Perlindungan Konstitusional Masyarakat Hukum Adat yang diselenggarakan oleh Pusat P4TIK Mahkamah Konstitusi. Jakarta, 21 Juli 2016.

Pertanyaan tentang siapa masyarakat adat merupakan salah satu isu kunci dalam diskursus mengenai adat dan indigeneity di Indonesia beberapa dekade terakhir. Banyak peneliti mengenai Indonesia tidak memprediksi bahwa isu adat akan kembali bangkit dalam masyarakat Indonesia kontemporer (Davidson and Henley 2010). Asumsi itu beranjak dari pandangan bahwa adat merupakan sesuatu yang kuno, ketinggalan zaman dan sudah tidak relevan dalam budaya modern serta dalam kerangka negara-bangsa yang baru. Namun asumsi itu ternyata keliru sebab kebangkitan adat terjadi dimana-mana yang ditujukan untuk berbagai keperluan, baik itu untuk memperkuat klaim atas wilayah, memulihkan otoritas tradisional, bahkan tidak sedikit pula yang dipergunakan untuk kepentingan politik elektoral. Gerakan masyarakat adat tidak menuju satu garis lurus perkembangan sejarah, melainkan suatu proses berulang yang mempergunakan sejarah masa lalu sebagai pembentuk identitas kekinian.

            Tulisan ini dibuat sebagai bahan referensi untuk memahami bagaimana memperkaya pemahaman mengenai subjektivitas masyarakat adat, dalam hal ini kedudukan hukum masyarakat adat dalam sistem hukum Indonesia mulai dari konstitusi sampai dengan peraturan operasional. Sebelum itu, tulisan ini akan membahas mengenai faktor-faktor kebangkitan gerakan masyarakat adat kontemporer di Indonesia. Kemudian disusul dengan analisis yuridis terkait dengan istilah, definisi dan kriteria masyarakat adat. Dari sejumlah peraturan perundang-undangan mengenai masyarakat adat dapat diketahui situasi ketidakteraturan yang menimbulkan banyak tafsir mengenai kedudukan masyarakat adat beserta unit sosialnya yang pada gilirannya menjadi penghambat pemenuhan hak-hak konstitusional masyarakat adat.

            Bagian berikutnya membahas dua pendekatan utama yang selama ini mewarnai diskursus mengenai subjektivitas masyarakat adat, yaitu pendekatan evolusionis yang memiliki pandangan bahwa masyarakat adat merupakan suatu komunitas yang memiliki hambatan dalam proses intergrasi ke dalam dunia modern. Sehingga proses transisi itu harus dikawal melalui prosedur-prosedur hukum. Sedangkan pandangan lain adalah pendekatan pluralis yang melihat masyarakat adat merupakan suatu keberagaman yang harus terus dijaga, sehingga masyarakat adat perlu dijamin hak-hak dasarnya secara mandiri untuk menentukan pilihan-pilihan bagi perkembangan komunitasnya masing-masing. Pendekatan kedua ini kemudian menekankan pentingnya proses self-determination dan mekanisme free prior and informed consent (Padiatapa) bagi setiap pembangunan yang hendak dilakukan terhadap masyarakat adat dan wilayah adatnya.

            Bagian terakhir dari makalah ini menawarkan suatu pengembangan diskursus baru mengenai masyarakat adat di Indonesia dalam konteks kewarganegaraan. Gagasan ini menjabarkan lebih lanjut pendekatan pluralis sehingga kedepan diskursus mengenai kewarganegaraan di Indonesia tidak saja dihitung dari sisi warga negara individu, tetapi juga warga negara komunal yang tergabung dalam komunitas masyarakat adat. Gagasan ini mengarah kepada upaya untuk mewujudkan konstitusionalisme dalam masyarakat majemuk yang berbasis kepada otonomi komunitas. Lebih lanjut kewarganegaraan masyarakat adat perlu menempatkan mengenai hubungan masyarakat adat dengan tanah dan sumber kehidupannya sebagai entitlement, sehingga identitas subjektif masyarakat adat tidak saja dilihat dari komunitasnya, melainkan secara integral dengan wilayah dan ruang kehidupannya. Gangguan terhadap wilayah kehidupan masyarakat adat berarti gangguan pula terhadap status hukum masyarakat adat.

Download: Memahami Masyarakat Adat – Pendekatan Evolusionis Versus Pluralis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s