Catatan Perjalanan, Cuap-cuap

New York 2014: Partisipasi di UN Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII)

Ini kali pertama saya meninjak gedung PBB di pinggir sungai di Manhattan. Gedung PBB sedang direnovasi pada bagian tertentu sehingga ada tenda-tenda darurat yang dibangun. Meski demikian, tingkat pengamanan ke dalam gedung PBB tentu tidak berkurang. Setiap orang harus memastikan mereka terdaftar untuk acara sebelum bisa memasuki gedung PBB. Namun ternyata orang yang datang ke gedung PBB bukan saja mereka yang akan menghadiri pertemuan-pertemuan PBB, tetapi juga ada beberapa yang melakukan tour baik dari sekolah, kampus, kantor-kantor pemerintah atau dari organisai profesi.

 United Nations

Kehadiran pertama saya dalam gadung PBB adalah untuk menghadiri United Nation Permanent Forum on Indigenous Issues (UNPFII), selanjutkan akan disingkat Permanent Forum. Permanent Forum didirikan oleh Dewan Sosial dan Ekonomi PBB melalui resolusi 2000/22, untuk merespons tuntutan dari masyarakat adat akan sebuah lembaga yang lebih kuat di PBB yang bisa membangun dialog dan kerjasama antara negara-negara, badan-badan PBB dan masyarakat adat. Permanent Forum berada berkedudukan di bawah Dewan Sosial dan Ekonomi PBB dengan mandate sebagai berikut

  • Menyediakan saran dan rekomendasi dari ahli-ahli mengenia masyarakat adat untuk disampaikan kepada Dewan Sosial dan Ekonomi PBB, termasuk juga merancang program, pendanaan dan badan-badan yang perlu diadakan atau dilakukan oleh PBB melalui Dewan Sosial dan Ekonomi PBB;
  • Meningkatkan kesadaran dan mempromosikan pengintegrasian dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan masyarakat adat ke dalam sistem yang ada di PBB
  • Menyiapkan dan menyebarkan informasi mengenai masyarakat adat.

Permanent Forum terdiri dari 16 anggota yang masa kerjanya tiga tahun dalam satu periode dan dapat diperpanjang untuk satu periode berikutnya. Delapan dari anggota Permanent Forum diusulkan oleh negara-negara dan dipilih oleh Dewan Sosial dan Ekonomi, berdasarkan perimbangan lima wilayah yang biasanya menjadi dasar pembangian negara-negara di PBB, yaitu Afrika, Asia, Eropa Timur, Amerika Latin dan Karibia, serta Eropa Barat dan negara-negara lainnya. Delapan anggota lainnya diusulkan secara langsung oleh masyarakat adat dan kemudian dianggakat oleh Presiden Dewan Sosial dan Ekonomi. Delapan anggota Permanent Forum dari masyarakat adat mewakili tujuh wilayah sosio-kultural yang mewakili masyarakat adat dalam pertemuan-pertemuan internasional, yaitu Afrika; Asia; Amerika tengah, Amerika selatan, dan Karibia; Arktik; Eropa Tengah dan Timur; Federasi Rusia; Asia Tengah dan Transcaucasia; Amerika Utara; dan Pasifik. Masing-masing dari 7 wilayah sosio-kultural memiliki satu wakil di Permanent Forum. Satu posisi lagi diisi secara bergantian antara Afrika, Asia atau Amerika Tengah dan Utara.

 UNPFii

Permanent Forum mengadakan pertemuan yang pertama kali pada tahun 2002. Permanent Forum mengadakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan selama dua minggu di gedung PBB di New York. Pertemuan tahunan itu dilakukan untuk mengkaji dan memeriksa sejauh mana mekanisme yang tersedia di PBB berkaitan dengan pemajuan hak-hak masyarakat adat. Pertemuan kali ini yang saya ikuti adalah Pertemuan Ke-13 yang diadakan pada 12-23 Mei 2014 dengan tema khusus: “Principles of good governance consistent with the United Nation Declaration on the Rights of Indigenous Peoples: Article 3 to 6 and 46”.

Pertemuan tahunan kali dihadiri oleh lebih dari dua ribu orang masyarakat adat dari seluruh penjuru negeri. Ruangan begitu semarak karena masyarakat adat menggunakan baju-baju tradisionalnya masing-masing yang unik. Mereka secara bergantian memberikan pernyataan (statement) dihadapan sidang permanent Forum. Baik pemeritah, badan-badan PBB, NGO dan organisasi masyarakat adat menyampaikan statementnya untuk topik-topik tertentu yang sudah diagendakan. Pernyataan-pernyataan itu disampaikan secara ringkas. Masing-masing orang rata-rata diberikan waktu 3 sampai 5 menit untuk membacakan 1,5 sampai 2 halaman kertas pernyataan. Jadi, membuat dan menyampaikan pernyataan dengan keterbatasan kata-kata dan waktu itu tentu punya seninya tersendiri. Kumpulan dari pernyataan-pernyataan itu kemudian dirangkum oleh anggota Permanent Forum untuk dibahas dan disistematisasi, kemudian disampaikan menjadi rekomendasi kepada Dewan Sosial dan Ekonomi PBB.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s