Catatan Perjalanan, Cuap-cuap

New York 2014: Sisi lain Gedung Putih

Gedung Putih (the White House) merupakan salah satu puncak kekuasan di dunia yang paling utama. Hal ini mengingat Amerika memegang peranan penting dalam pengendalian kekuasaan di dunia.

Tapi siapa sangka, sisi lain dari Gedung Putih menampilkan sesuatu yang berbeda. Sebuah tenda yang sudah ada di sana sejak tahun 1981 menjadi bintil bagi mulus pongahnya kekuasan negara adidaya. Tenda ini menampilkan sebuah ironi dari kemegahan Gedung Putih, yang disebut White House Peace Vigil

 White house vigil

Ketika malam hari saya ke sana, bertemu dengan dua orang yang sedang duduk menunggu tenda. Beberapa saat saya mendekati tenda itu, seorang dari mereka keluar datang menyapa. Dia menyebut namanya Jeff. Saya pun memperkenalkan diri. Jeff bicara sedikit tentang sejarah kapan tenda itu dibuat dan dipergunakan sebagai sarana untuk melakukan protes terhadap tindakan pemerintah amerika terkait dengan nuklir dan perang. Dia sampaikan pula bahwa tenda tersebut dihuni secara bergantian dan ada sekitar 18 orang dari komunitas mereka yang bergantian. Selain itu ada juga volunteer yang datang menemani dan memberikan sumbangan untuk apa yang sedang mereka lakukan.

Jeff memberikan brosur yang mendukung informasi yang telah dia sampaikan secara lisan. Saya bertanya sampai kapan tenda itu akan bertahan disana. Dia sampaikan itu akan dipertahankan selamanya. Namun mereka terkendala dengan persoalan dukungan, terutama logistik. Untuk itu pula mereka menerima sumbangan dari orang-orang yang datang ke sana secara voluntary untuk membantu perjuangan mereka.

Tenda tersebut didirikan dia atas taman Lafayette. Pernah suatu waktu mereka coba diusir oleh pengelola taman di Amerika. Tetapi banyak orang hadir memperjuangkan mereka. Petugas penjaga taman biasanya memangaatkan waktu-waktu dimana kelompok pemrotes itu lengah dan tidak menjaga tenda. Ketika itu mereka akan menggusur tenda. Setelah tenda digusur, akan datang protes dan tenda didirikan lagi. Keberadaan tenda itu di taman Lafayette sudah ada sebelum undang-undang larangan untuk menggelandang tidur di taman dikeluarkan oleh pemerintah. Hal itu pula yang memperkuat eksistensi mereka disana.

Dukungan terhadap kelompok ini tidak saja dalam bentuk uang. Pernah ada cerita dimana kereta Concepcion Picciotto yang merupakan tokoh penting dari kelompok itu kehilangan sepeda karena dicuri di dekat tenda, maka tidak beberapa hari setelah itu ada orang yang datang untuk memberikan sepeda baru sebagai gantinya.

Hal yang paling menarik adalah ketika Jeff sampaikan bahwa keberadaan mereka dilindungi oleh supreme court,Mahkamah Agungnya Amerika Serikat. Selaku orang hukum tentu sangat menarik mendengar hal tersebut, yaitu bagaimana peradilan berperan penting dalam melindungi hak untuk menyampaikan pendapat. Namu setelah saya searching di internet, saya tidak menemukan mengenai putusan Supreme Court yang dimaksud oleh Jeff. Bisa jadi karena belum menemukannya saja.

Terlepas dari soal putusan Supreme Court itu, saya pikir cara protes dengan membuat tenda selama bermalam-malam itu sangat menarik dan sekaligus mengingatkan waktu saya mahasiswa dulu di Padang ketika kami secara bersama-sama melakukan protes sampai dengan camping di depan pengadilan negeri atau di depan halaman gedung DPRD Sumbar.

Semoga tenda protes ini masih ada di sana menjadi tetangga setia Gedung Putih, selama negeri tersebut masih menjadi kekuatan yang berbahaya bagi kedamaian dunia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s