Catatan Perjalanan, Cuap-cuap

New York 2014: Keberangkatan

Kali ini kembali ke USA untuk mengunjungi beberapa negara dan kota. Judul serial tulisan ini diberi New York 2014 karena kota inilah yang paling lama ditinggali selama satu bulan perjalanan ke USA kali ini. Saya berangkat menggunakan All Nipon Airways (ANA) dari Jakarta ke Narita-Tokyo (Jepang). Sesuai jadwal dalam tiket yang dipesan, setelah transit di Narita maka perjalanan akan menggunakan United Airlines (UA) untuk rute selanjutnya adalah ke Chicago lalu baru ke Washington DC. Tapi rencana tinggal rencana, yang di ataslah yang menentukan. Siapa yang di atas itu? Dalam hal ini adalah pemilik pesawat udara: United Airlines!

Perjalanan dari Jakarta ke Narita menggunakan All Nipon Airways (ANA). Maskapai penerbangan ini merupakan maskapai Jepang dengan urutan bintang lima dalam peringkat yang dibuat oleh Sky Trax. Dalam peringkat itu, Garuda Indonesia (GA), maskapai kebanggaan Indonesia ternyata pada peringkat bintang empat. Sedangkan maskapai Malaysia Airlines (MH) ternyata bintang lima, tak tahu apakah hilangnya MH 370 akan mempengaruhi peringkat itu.

Pesawat ANA memang nyaman. Tempat duduknya relatif luas, pesawatnya besar dan dilengkapi dengan inflight entertainment. Seperti biasa, saya memanfaatkan inflight entertainment dengan nonton film selama tujuh jam perjalanan Jakarta-Narita. Kali ini tuntas menikmati tiga film: (1) The Wolf of Wall Street (Leonardo DiCaprio), (2) Wall Street: Money Never Sleeps (Shia LaBeouf), dan (3) Chennai Express (Shah Rukh Khan). Dua film pertama mengenai Wall Street menggambarkan bagaimana permainan bulus dan kecurangan di Wall Street. pelajaran lain, dari film-film itu, khususnya The Wolf of Wall Street dan Chennai Express menunjukan ada kesamaan antara Leonardo DiCaprio dengan Shah Rukh Khan, yaitu sama-sama lihai memainkan peran dan menampilkan sisi realis dalam sebuah film.

United Airlines or United Airlies?

Di Narita, pesawat berganti menjadi United Airlines, sebuah maskapai penerbangan milik USA. Dalam ranking yang dibuat Skytrax, maskapai ini merupakan maskapai dengan bintang tiga. Satu kelas di bawah Garuda Indonesia dan satu kelas di atas Lion Air (bintang dua). Terakhir saya baru tahu bahwa United Airlines salah satu pesawat yang dibajak dan digunakan untuk melabrak Tower Selatan World Trade Center dalam persitiwa 9/11.

Ini bukan untuk pertama kali saya naik maskapai ini. Pertama kali saya menggunakan maskapai ini pada tahun 2013 lalu ketika ke USA untuk mengikuti Beahrs Environmental Leadership Program di College of Natural Resources, University of California, Berkeley. Pada tahun lalu tidak ada masalah yang berarti, meskipun saya tahu bagaimana fasilitas dan pelayanan maskapai ini.

Kali ini, masalah mulai terjadi sejak di Narita. Saya sampai di Narita pukul 4 sore waktu Jepang. Keberangkatan saya menuju Chicago kemudian ke Washington DC dengan maskapai ini dibatalkan. Ketika melapor ke konter diberi tahu bahwa penerbangan saya ke Chicago dibatalkan, sebagai gantinya penerbangan dialihkan dari Narita ke San Francisco, lalu dari San Francisco ke Washington DC. Saya terima saja pengalihan itu dengan harapan tidak ada lagi perubahan setelahnya. Tapi apa dikata. Keberangkatan dari Narita ke San Francisco seharusnya jam 5 sore ditunda, meskipun saya dan banyak penumpang lainnya sudah berada di atas pesawat. Keberangkatan baru dilakukan pada pukul 8 malam yang artinya 3 jam memeram di atas pesawat maskapai itu. Narita ke San Francisco memakan waktu tempuh 9 jam. Tidak ada inflight entertainment. Saya memanfaatkannya dengan membaca buku “State of the World’s Indigenous Peoples” keluaran United Nation. Habis setengah buku itu bisa dibaca.

Keterlambatan keberangkatan dari Narita menghasilkan efek domino. Sesampai di San Francisco terlebih dahulu harus melewati custom clearance. Ini adalah proses pemretelan setiap pendatang yang masuk ke USA sebagai bagian dari upaya keamanan yang diterapkan oleh USA. Terutama setelah Tragedi 911, pemerintah USA lebih ketat pada soal keamanan. Proses ini memakan waktu sampai satu jam karena antrian yang mengular panjang.

10 Mei, 2014
San Francisco International Airport, 10 Mei, 2014

Ketika antrian melapor di konter maskapai ini, saya melihat ada empat orang berperawakan Indonesia ikut mengantri. Langsung saya sapa dan ternyata empat orang ini sedang mengikuti International Visitor Leadership Proragram (IVLP). Program ini dirancang oleh pemerintah USA untuk mengenalkan USA kepada calon-calon pemimpin Indonesia. Saya berkenalan dengan Mas Quddus (Orang Lakpesdam NU dari Surabaya), Subhan Yusuf (Fitua Institute dari Bima), Deddy Danno (Direktur Radio Diahi 89,2 FM dari Ternate), dan Markus dari Papua. Empat orang ini merupakan orang penting nantinya di Indonesia di bidangnya masing-masing.

Bertemu dengan orang Indonesia dalam perjalanan ke luar negeri adalah hal yang menyenangkan. Tapi ada yang tidak menyenangkan, penerbangan yang seharusnya dari San Francisco ke Washington DC telah berangkat. Kami ketinggalan karena memang pesawat sudah delay 3 jam dari Narita dan proses customs clearance yang memakan waktu lama. Rute kembali berubah. Rute yang seharusnya dari San Francisco ke Washington DC berubah menjadi San Francisco ke Newark (New Jersey), lalu baru menuju Washington DC. Keliling Amerika!

Mengintip San Francisco

Sialnya lagi, keberangkatan dari San Francisco ke Newark baru ada jam 10 malam. Itu artinya harus menunggu selama 9 jam di San Francisco. Dan ini tanpa ada sedikitpun kompensasi lho ya. Meskipun tanpa biaya tambahan. Tahu apa yang dilakukan oleh Orang Indonesia kalau sudah ketemu sesamanya? Kami manfaatkan waktu itu untuk mengintip San Francisco. Kami keluar airport dengan menggunakan BART (Bay Area Rapid Transit). Ini adalah kereta yang melayani sepanjang daerah teluk di San Francisco dan sekitarnya, termasuk Berkeley, Oakland, Richmond dll.

Karena tahun lalu saya pernah singgah di kota ini, maka masih agak ingat lokasi-lokasi yang perlu dikunjungi dalam waktu singkat. Lokasi yang paling terkenal dari San Francisco adalah Golden Gate Bridge dan Pulau Alcatraz. Tapi tentu tidak cukup waktu 9 jam untuk mengunjungi kedua lokasi itu. Akhirnya kami ke downtown San Francisco menggunakan BART menuju stasiun Embarcadero, salah satu stasiun di pusat kota yang dekat dengan pantai. Dari situ jalan sedikit untuk mencari makanan di Embarcadero Center. Pilihan jatuh pada makanan Jepang. Saya makan Mie Udon Seafood yang mie-nya sebesar pensil. Lalu kami menuju Port of San Francisco yang kalau dari sana sudah kelihatan pulau Alcatraz di seberang sana. Kembali ke San Francisco International Airport dua jam sebelum keberangkatan.

14 mei 2014
Washington DC, 11 mei 2014

Jam 10 malam pesawat berangkat menuju Newark. Sampai jam 6.30 pagi di Newark. Jam 9 pagi pesawat kecil dengan formasi 2:1 dari Newark ke Washington DC berangkat on time. Menjelang Washington DC dari atas kelihatan Gedung US Capitol, White House dan National Monument. Dari udara kelihatan kota ini dirancang sedemikian rupa dengan pola yang teratur.

 

Selamat datang di Washington DC! Kota dimana tempat 50 negara bagian diatur. Kota dimana tempat semua warga dunia diatur secara langsung atau tidak langsung. Kota yang menjadi pusat pemerintahan di dunia saat ini.

 

NB: Ohya, kalau ditotal keterlambatan untuk sampai ke Washington DC adalah sekitar 15 jam dari jadwal yang seharusnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s