Catatan Perjalanan

Berkeley 2013: Serendipity!

Berkeley 2013USA Flag

Catatan mengikuti Beahrs Environmental Leadership Program 2013, College of Natural Resources, University of California, Berkeley, United States of America.

 

Berkeley 2013: Serendipity

Jujur saja, Amerika Serikat adalah salah satu negara yang paling ingin saya kunjungi. Alasannya sederhana saja, karena nama belakang saya mengandung unsur-unsur Amerika. Arizona, nama salah satu negara bagian dari Federasi Amerika Serikat (United State of Amerika). Bisa ke Amerika, khususnya ke Arizona, seakan sebagai sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.

Banyak yang menyampaikan bahwa nama belakang saya, Arizona, adalah unik. “Mengapa bisa namamu ada Arizonanya”, begitu kebanyakan orang bertanya. Saya juga tak tahu pasti mengapa nama belakang saya Arizona. Saya pernah bertanya kepada kedua orang tua. Saya tidak menemukan jawaban pasti. Karena banyak yang bertanya tentang asal usul nama belakang itu, saya mencari jawaban sendiri. Mencari tahu lebih banyak tentang apa itu Negara Bagian Arizona, ada apa disana, bagaimana iklimnya dan lain sebagainya. Satu catatan yang penting dari negara Arizona adalah disana pernah ada satu meteor besar yang jatuh, diperkirakan 50.000 tahun lalu. Tumbukan meteor itu disebut Barringer Crater yang diameternya mencapai 1.186 km.

Kemudian pada tahun 1983, ada lagi meteor jatuh disana. Saya menduga, karena meteor yang jatuh pada tahun 1983 itu yang diberitakan di televisi, TVRI, yang beritanya sampai ke pelosok Kerinci itulah yang kemudian menginspirasi kedua orang tua untuk mencantelkan nama Arizona sebagai nama belakang saya.

Okeeee… Kita kembali ke topik awal untuk tulisan singkat ini. Mengapa saya memulai rangkaian tulisan ini dengan anak judul SERENDIPITY? Sebelum memberikan jawaban atas pertanyaan MENGAPA, kita mulai dulu dengan pertanyaan APA itu SERENDIPITY? Secara sederhana, Serendipity itu menemukan sesuatu yang penting dan bernilai pada saat sebenarnya mencari yang lain. Banyak penemuan-penemuan penting didunia sains terjadi karena serendipity, seperti beri penemuan Penisilin yang menjadi anti-biotik yang dikenal dalam imu farmasi ditemukan oleh Alenxander Fleming. Suatu hari Fleming meninggalkan peralatan kerjanya berupa cawan-cawan kaca begitu saja dan pergi berlibur. Saat kembali esok hari, ia menemukan sejumlah jamur (fungus) yang aneh telah ada dan berkembang biak di dalam salah satu cawan. Jamur itu keudian hari melalui penelitiannya lebih lanjut disebut penisilin, suatu obat antibiotik yang paling banyak digunakan manusia hingga saat ini.

Dalam dunia penelitian, ada dua istilah yang bisa digunakan untuk memahami hal ini lebih baik, yaitu istilah CURIOSITY dan SERENDIPITY. Curiosity adalah rasa ingin tahu yang direncanakan untuk memahaminya. CURIOSITY merupakan jantung dari penelitian, research atau search. Sedangkan serendepity adalah pengetahuan atau informasi yang sangat penting yang diperoleh tanpa direncanakan atau diniatkan sejak awal. Serendipity membuat sebuah penelitian menjadi lebih kaya dan lebih menarik karena ada hal-hal baru yang kadang mengejutkan ditemukan dalam penelitian.

Kembali kepada pertanyaan MENGAPA Serendipity? Ya, saya sebenarnya pada tahun lalu, 2012 merencanakan untuk melanjutkan S2 di Arizona State University. Meskipun awal tahun 2012 saya telah selesai menyelesaikan pendidikan master hukum di Universitas Indonesia, aplikasi S2 ke Arizona State University ditujukan untuk memperkaya pengetahuan tentang topik masyarakat adat dan juga sebagai persiapan untuk mengejar PhD di luar negeri. Di Arizona State University terdapat program magister khusus tentang hukum dan masyarakat adat yang disebut dengan Program Indigenous Peoples Law and Policy (IPLP). James Anaya, seorang Special Raporteur PBB tentang Indigenous Peoples dan merupakan akademisi terpopuler untuk isu masyarakat adat/indigenous peoples mengajar pada program IPLP itu.

Aplikasi telah dikirimkan, pihak sekretariat program IPLP menyampaikan sangat berharap saya bisa ikut pda program yang dimulai pada bulan september 2012 itu. Namun saya mengurungkan niat untuk mengikuti program itu karena dua alasan. Pertama, tentu saja soal biaya, mereka tidak menanggung beasiswa penuh, tetapi bisa membantu untuk mencarikan beasiswa. Kedua, saat program itu dimulai dekat dengan kelahiran anak pertama (Alrazi Rafardhan Arizona). Tidak mungkin melewatkan kelahiran anak pertama yang lahir pada 27 Agustus 2013. Urung sudah harapan ke Amerika.

Tiba-tiba, pagi hari pada tanggal 17 Maret 2013 pagi masuk sebuah email dari salah seorang Program Officer The Asia Foundation kantor Jakarta. Dia menawarkan peluang agar saya ikut mendaftar mengikuti Environmental Leadership Program 2013 di University of California, Berkeley. Semua biaya disponsori oleh The Asia Foundation. Tanpa pikir panjang, saya sampaikan saya berminat dan mengirimkan CV dan dokumen lainnya. Sepertinya bukan saya saja yang ditawarkan, tetapi kemudian mereka memutuskan saya yang akan disponsori untuk menghadiri Summer program di Berkeley ini. Serendipity!

Saya merencanakan ke Amerika (Arizona), tidak jadi, tetapi secara tidak sengaja datang kesempatan untuk datang ke Amerika (Berkeley), ke University California Berkeley, sebuah kampus kesohor karena memiliki posisi strategis bagi perkembangan kebijakan pembangunan  di Indonesia, khususnya kebijakan pembangunan ekonomi (Lihat Mafia Berkeley).

Advertisements

2 thoughts on “Berkeley 2013: Serendipity!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s