Catatan Perjalanan

Busway

Kau tetap saja menjinjing tas putih dengan tangan kirimu
Ku intip, ternyata berisi buku dan beberapa komik
Tak sedikitpun kau menoleh ke belakang

Tangan kananmu kau gantungkan lunglai
Tapi cukup membuatmu tegak bertahan
Dari situ aku tahu kau memiliki tanda di lengan kanan
Juga di jari kaki kiri manis-mu

Saat kau terjepit aku merasa terhenyak
Merasakan sesuatu yang belum menjadi hak-ku
Mungkin juga bukan !

Aku heran, mengapa selalu tiga bulan sekali
Demikian sejak setahun aku di sini
Namun kini kau diam memberi arah
Di sanalah festival-festival akan berlangsung

Tetap belum bertegur sapa
Bila jalan belum mempertemukan
Demikian juga dengan Perjalanan

Advertisements

3 thoughts on “Busway”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s