Artikel

Kerinci dari Sekuntum Bunga

Stobilanthes Kunthiana
Satu wilayah yang mengisi satu barisan dari Bukit Barisan di pulau Sumatera. Dalam jejeran bukit itu ada satu yang tertinggi, Gunung Kerinci. Gunung tertinggi di Sumatera dan juga gunung berapi tertinggi di negara kepulauan Nusantara ini (3805 m/dpl). Negeri tempat saya dilahirkan. Negeri yang digemborkan dengan semboyan “Sakti Alam Kerinci”. Rasanya itu menandakan daerah ini masih dipenuhi mistis.

Tidak banyak orang mengenal daerah itu karena memang agak terisolir. Dari ibukota Provinsinya, Kota Jambi, kira-kira ditempuh 10 jam perjalanan dengan mobil (bila lancar). Bahkan lebih dekat ke ibukota provinsi tetangga, Kota Padang, yang biasanya saya tempuh 6 jam perjalanan naik mobil/motor.

Dari mana asal kata Kerinci? dahulu sewaktu SMA pernah seorang guru bahasa Indonesia menceritakan bahwa kata “Kerinci” itu diambil dari kata “Khincai”. kata Khincai itu mulanya adalah dua kata yang digabungkan, dari kata “Khin” (Kering) dan “cai” (Cair). Gabungan kata itu untuk menggambarkan kondisi geografis Kerinci yang terdiri dari wilayah kering dan wilayah basah. Tapi sayangnya pendapat guru bahasa Indonesia saya itu tidak berpijak pada landasan yang kokoh dalam naskah-naskah sejarah. Guru bahasa Indonesia saya tadi juga menegemukakan asumsi alternatif. Kerinci itu berasal dari kata “Kelinci”, Waah.. ini lebih ini lebih ngaco’ lagi, karena tidak banyak kelinci yang ditemukan di Kerinci sekarang. barangkali dahulu kala negeri ini juga tidak identik dengan kelinci.

Baru pada tanggal 31 Desember 2007 saya membaca buku: Kitab Undang-undang Tanjung Tanah: Naskah Melayu Tertua yang saya beli di Pontianak tanggal 19 Desember 2007. Penulis buku itu, Uli Kozok, dalam salah satu bagian buku menceritakan bahwa kata Kerinci berasal dari kata India yaitu “Nelakurinci”. Kata nelakurinci adalah kata yang digunakan di India untuk menyebutkan daerah dataran dan pegunungan tinggi di India. Diduga sebutan Kerinci berasal dari kata Nelakurinci yang dibawa oleh pedangan Tamil dari India. Memang ada beberapa bukti yang menunjukkan pengaruh pedangan India dan juga pedagang China di kawasan kerajaan Melayu, termasukKerinci.

Satu penanda yang membuat dataran tinggi Kerinci memiliki kemiripan dengan dataran tinggi di pegunungan India (Nelakurinci) adalah sama-sama memiliki satu jenis bunga yang tidak ditemukan di daerah lain, yaitu bunga Strobilanthes Nelakurinci. Dari informasi yang ditelusurim, bunga ini tumbuh setiap 12 tahun sekali. Tetapi saya belum menemukan bunga tersebut di Kerinci, barangkali di India masih ada bunga yang dimaksud.

Advertisements

3 thoughts on “Kerinci dari Sekuntum Bunga”

  1. sory ya,kayakNya bunga yang kamu sebut itu banyak di kerinci.coba deh kamu main ke siulak,semurup.
    kami di siulak sering menyebutNya dengan nama UAH RUDUK.
    dan kamipun waktu kecil sering makan buah dari bunga yg kamu sebut itu.yang mana buah yang masakNya warna biru kehitaman,trus rasaNyapun manis.

  2. Uwo Hendrik… Mungkin bisa cek di wikipedia, karena kito sampai menelusuri ke situ. Kayaknyo bungo yang dimaksud idak Buah Ruduk. Bungo Strobilanthes Nelakurinci itu banyak jenisnyo. Penulis Buku Kitab Undang-undang Tanjung Tanah: Naskah Melayu Tertua, Uli Kozok pun pernah mengkonfirmasi tulisan yang kito posting di ateh. Uli Kozok ngato kalau bungo Strobilanthes Nelakurinci hanyo ado di India.. Tapi tentu kito perlu membuktikan kalau bungo Strobilanthes Nelakurinci ado di Kerinci atau Buah Ruduk itu adalah bungo Strobilanthes Nelakurinci….

    Salam Kenal

  3. apu kabar da yance? lah jauh perjalanan kayo? lah berkiprah di jakarta kayo minin? idak kayo nak samo bantu-bantu buralek gedang di kincy tahun 2008 ini? dan turun busamo mumbangun kincY di april 2009? dari adik kayo di FISIP Unand. adik toni. Kito Smuhut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s