Cuap-cuap

KPK Baru, Suatu Kompromi Laba-Laba

Terpilihnya pimpinan KPK baru (2007-2011) yang diketuai Antasari Azhar masih menimbulkan banyak pertanyaan. Umumnya pertanyaan yang timbul itu masih merupakan pertanyaan sama yang berlanjut sejak proses seleksi pimpinan KPK mulai bergulir. Bahkan banyak pemerhati yang berpandangan bahwa para pihak yang gerah dengan sepakterjang KPK selama ini mencoba menjinakkan KPK. Misalkan dahulu tren dilakukan Pengujian terhadap UU KPK dan UU Tipikor yang bertujuan melumpuhkan KPK, kemudian didorong juga perubahan UU Tipikor di DPR yang semangatnya sama juga melumpuhkan KPK. Kemudian upaya melumpuhkan KPK seolah mendapat momentum ketika seleksi pimpinan KPK bergulir.

Terpilihnya orang-orang yang dipandang oleh banyak kalangan memiliki rekam jejak (trade record) yang kurang baik (paling tidak yang banyak dipersoalkan/kontroversi) oleh publik menunjukkan bahwa Komisi III DPR yang melakukan pemilihan kurang peka dengan aspirasi yang berada diluar gedung parlemen.

Saya berpandangan bahwa Komisi III DPR tentu tahu aspirasi yang berkembang di luar gendung parlemen, tetapi aspirasi dan kekhawatiran banyak kalangan tidak diperhitungkan oleh anggota Komisi III guna percepatan dan peningkatan pemberantasan korupsi. Anggota Komisi III DPR lebih memilih orang-orang yang bisa diajak berkompromi sebagai pimpinan KPK, bahkan terpilihnya Antasari Azhar adalah satu simbol terpilihnya sikap kompromistik dalam upaya pemberantasan korupsi.

Satu catatan untuk Ketua KPK Baru (Antasari Azhar). beliau pernah menunda pelaksanaan eksekusi 33 orang terpidana korupsi APBD Sumbar yang sudah inkrahct van gewisde sewaktu menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat. penundaan itu adalah satu gambaran sikap yang kompromistik dalam pemberantasan korupsi.

Bila hukum itu seperti Jaring Laba-Laba kata Anarcharsis pada aband 7 SM. Maka KPK baru adalah satu bentuk kompromi laba-laba. Bukankah Jaring Laba-laba tidak akan memerangkap laba-laba itu sendiri??? Jaring laba-laba hanya akan memerangkap nyamuk-nyamuk kecil. ia tidak akan mampu memerangkap nyamuk besar atau bahkan kumbang (baca penguasa dan pihak bermodal). Bahkan oleh pihak yang terakhir ini, jaring laba-laba (hukum) akan dirobek-robeknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s